LAPORAN AKHIR MODUL 3



1. Jurnal [Kembali]



JURNAL PRAKRIKUM 

HUKUM OHM, HUKUM KIRCHOFF, VOLTAGE & CURRENT DIVIDER, MESH, NODAL, THEVENIN


Nama                          : Ikram Fawwaz Daffa

No BP                         : 2410951008

Tanggal Praktikum     : 29 April 2025

Asisten                        : Muhammad Agung Maulana

   Nanda Zahril Pisya

 

 1. Hukum Ohm

 

R terbaca

(Ohm)

 

V

(V)

 

 I

(A)

 

R terhitung

(Ohm)

 

560

 

5V

 

0,008 A

 

625

 

1k

 

5V

 

0,004 A

 

1,250

 

1.2k

 

5V

 

0,002 A

 

2500



2. Teorema Mesh

Resistor

(Ohm)

Resistansi

Tegangan Terukur

(V)

Arus (I=V/R)

(A)

Arus Mesh

(A)

Terbaca

Terukur

Ra

1k

997

2,8

0,002

IRa

0,002

Rb

1k

984

1,8

0,001

IRb

0,001

Rc

1k

990

0,7

0.0007

IRc

0.0007

Rd

1k

986

2

0.002

Ird = I1-I2

0,001

Re

1k

991

0,5

0,0005

IRe =

I2-I3

0.0003

Rf

 

1k

984

0,2

0,0002

IRb

0,001

Rg

 

1k

987

0,5

0.0005

IRf

0,001

 



3. Teorema Nodal

 

 

Resistor

Resistansi

 

Tegangan terukur (V=I.R)

 

 

Arus

 

Tegangan Node (Perhitungan)

 

Terbaca

 

 

Terukur

Ra

560Ω

465Ω

2,325 V

5mA

VRa= V1 – V2

2,8 V 

Rb

620Ω

 

681Ω

4,086 V

6mA

VRb = V2 – V3

3,72 V 

Rc

760Ω

671Ω

3,6905 V

5,5mA

VRc = V3 – V4

4,18 V 

Rd

1,1Ω

987Ω

6,909 V

7mA

VRd = V2

7,7 V

Re

20Ω

21,1Ω

0,1055 V

5mA

VRe = V3 – V5

 0,1 V

 

Rf

1,2Ω

1,82Ω

0,0091 V

5mA

VRg = V5

 0.6 V

 



 


2. Prinsip Kerja [Kembali]


1. Hukum Ohm 

Hukum Ohm adalah prinsip dasar untuk menentukan tegangan, resistansi, dan arus listrik. Tegangan dapat dihitung dengan mengalikan resistansi dan arus listrik. Dengan kata lain, mengetahui dua dari tiga variabel ini memungkinkan kita menghitung variabel yang ketiga. Prinsip dasar dalam hukum Ohm ini menjadi fondasi perhitungan dalam rangkaian elektronika karena melibatkan tiga besaran utama: tegangan, arus listrik, dan resistansi. Dengan memanfaatkan hukum Ohm, kita dapat menghitung arus yang mengalir melalui komponen-komponen elektronika, memungkinkan perancangan berbagai jenis rangkaian dengan fungsi yang berbeda-beda.

V = IR

V   = tegangan dalam volt (V),
I    = arus dalam ampere (A), dan
R   = resistansi dalam ohm (Ω).


2. Toerema Mesh

Metode arus mesh adalah cara efektif untuk menghitung arus dan tegangan dalam rangkaian listrik dengan menggunakan persamaan simultan berdasarkan prinsip Hukum Tegangan Kirchhoff (KVL). Langkah pertama adalah membuat loop tertutup (mesh) dalam rangkaian, di mana setiap loop harus mencakup semua resistor dan sumber tegangan yang ada. Meski loop tidak harus memiliki sumber tegangan, setiap sumber tegangan yang ada harus dimasukkan dalam loop. Dengan menerapkan metode ini, kita dapat menulis persamaan KVL untuk setiap loop guna menentukan arus dan tegangan pada resistor. Persamaan simultan yang dihasilkan memungkinkan kita menghitung arus dan tegangan dalam berbagai jenis rangkaian secara efisien, baik dalam loop sederhana maupun super mesh.


3. Teorema Nodal

Analisis node mempermudah proses mencari tegangan dan arus dalam rangkaian. Teknik ini menggunakan Hukum Kirchhoff untuk arus (KCL) pada setiap node, yang memerlukan titik acuan dalam rangkaian sebagai simpul referensi. Dengan demikian, persamaan KCL pada setiap simpul dapat diselesaikan dengan metode eliminasi menggunakan persamaan linier atau matriks. Prinsip metode eliminasi substitusi cukup sederhana, yaitu dengan mengurangi jumlah variabel dan mengganti variabel yang tersisa. Saat hanya ada dua variabel, metode ini sangat cocok, karena variabel pertama dihilangkan melalui eliminasi, kemudian variabel kedua dapat dihitung nilainya.

3. Video Percobaan [Kembali]




4. Analisa[Kembali]


-Hukum Ohm

1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan !

Jawab :

Di semua kasus, R terhitung > R terbaca, menunjukkan adanya hambatan tambahan pada rangkaian, misalnya karena:

  • Toleransi resistor (misalnya ±5%)

  • Kualitas koneksi/kabel

  • Kesalahan alat ukur (misalnya multimeter kurang akurat)



-Mesh

1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dengan terukur!

2. Bandingkan arus terukur dan arus hasil perhitungan!

Jawab :

1. Nilai resistansi terukur sedikit lebih kecil dari nilai terbaca (ideal 1k Ohm). Hal ini masih dalam batas toleransi resistor (umumnya ±5%).

2. Umumnya arus hasil perhitungan mendekati arus mesh, terutama pada Ra, Rc, dan Re. Beberapa selisih pada Rb, Rd, Rf, dan Rg menunjukkan adanya kemungkinan kesalahan pembacaan atau pengaruh dari konfigurasi rangkaian (misalnya pembagian arus pada jalur paralel).


-Nodal

1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dengan terukur!

2. Bandingkan tegangan terukur dan tegangan hasil perhitungan!

Jawab :

1. Rata-rata nilai terukur sedikit berbeda dari nilai nominal, wajar karena toleransi resistor (biasanya ±5% atau ±1%).

2. Semua tegangan terukur sesuai dengan hasil perhitungan dari hukum Ohm (V = I × R), artinya perhitungan valid dan instrumen bekerja dengan baik.



5. Download File[Kembali]

Download jurnal klik disini



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODUL 3

MODUL 3 OPERATIONAL AMPLIFIER DAN FILTER